Selasa, 20 Mei 2014

Makna Kehidupan



Kehidupan itu apa?
Itulah pertanyaan yang sering membuatku merasa gelisah ketika aku beranjak meninggalkan bangku SD. Pertanyaan aneh itu muncul ketika aku mulai kelas 1 SMP, dimana aku lebih sering menyendiri dan menulis. Aku sering melihat cermin,melihat diriku sendiri. Bertanya Tanya siapakah aku sebenarnya? Untuk apakah aku dilahirkan? Dan sampai sekarang aku tak jua menemukan jawabannya.
Waktu berlalu sedemikian cepat, aku berusaha menemukan setiap jengkal makna kehidupan ini. Hidup dengan impian besar ingin membahagiakan orang lain. Selalu berjuang dengan daya dan upayaku, selalu bangkit meski jatuh berkali kali. Akan tetapi, kini aku kembali terjatuh semakin jauh.
Aku mencoba membuka mata, menatap ke sekelilingku. Dan aku menyadari bahwa ternyata aku sendirian tanpa siapapun juga. Bertanya tanya tentang apa yang telah kulakukan sejauh ini? Untuk apa aku melakukan ini semua? Karena pada akhirnya semua akan pergi tanpa bersisa.
Kembali aku memejamkan mata, dan aku semakin menyadari rinduku seakan tak berujung. Orang orang yang aku sayangi semakin jauh meninggalkanku di dunia ini. Aku bertanya-tanya, dimanakah kini mereka berada. Akankah aku mampu menjumpainya kembali? Apakah mereka masih mengingatku kembali? Aku benar benar rindu mereka, orang-orang yang menyayangiku tanpa syarat.
Aku selalu berusaha menutupi ini semua dengan senyum dan semangatku. Aku tak boleh terlihat lemah dan rapuh di mata siapapun juga. Aku tak ingin siapapun juga melihat air mataku. Aku ingin selalu ada buat orang lain. Aku ingin selalu ada dalam kenangan setiap orang orang. Dan aku akan selalu berdoa “ya Allah, catatlah setiap kebaikan yang hamba lakukan menjadi kebaikan Bapak pula,”
Aku menunggu saat itu tiba, menjumpai Bapak dengan rasa bangga. Dan aku akan berkata pada Bapak bahwa anaknya terlalu kecil bagi dunia, akan tetapi anaknya mampu menjadi besar bagi orang lain.
20 mei 2014