Aku ga tau harus memulai dari mana, akan tetapi yang kutahu "Segala sesuatunya terasa berarti saat kita kehilangan" mungkin kalimat itulah yang dapat menggambarkan kehidupanku sekarang. Betapa banyak waktu yang ku sia-sia kan saat aku hidup bersamamu. Aku lebih sering meninggalkan engkau sendirian di rumah, dan mencari kebahagiaanku sendiri di luar sana. Tak peduli betapa beratnya beban mu, mencari nafkah dan semua pekerjaan rumah tangga engkau kerjakan sendirian. Mulai mencari uang buat kehidupan sehari-hari, ke pasar belanja, masak, menyiapkan makanan, bersih-bersih dan semua pekerjaan rumah tangga lainnya yang engkau kerjakan di usia mu yang renta dan kondisi tubuhmu yang telah lumpuh. ya Allah, betapa durhaka hamba terhadap Bapak
Aku bikin blog ini sebagai diary, menuliskan semua kenangan kita, mengadukan semua perjalanan hidupku, karena tak tahu lagi aku harus bercerita padamu lewat mana.
Pak, kepergianmu masih belum bisa aku ikhlaskan. Cuma engkau seorang yang kutahu menyayangiku dengan tulus dan ikhlas, cuma engkau seorang yang selalu membaca ayat-ayat Al-Qur'an di tengah malam buat aku, dan cuma engkau seorang satu-satunya keluarga yang aku miliki. Semoga saat aku mati nanti, blog ini ada yang membaca dan orang itu akan tahu bahwa engkaulah Ayah terhebat di dunia
4 Agustus 2011 yang lalu, tepat di bulan Ramadhan,Bapak pergi meinggalkanku. Sebuah kehilangan yang sangat berat dalam hidupku. Dan yang ku ingat tentang Ranadhan itu, Bapak pergi, Selebihnya nggak ada yang penting.
Bapak satu satunya orang yang ku sayangi, dan satu satunya orang yang menyayangiku dengan ikhlas dan tulus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar